Warna Kamar Tidur Anak dan Pengaruh Psikologinya

Warna dapat mempengaruhi psikologi manusia. Ia dapat menenangkan, menyembuhkan, memberi semangat, juga menggelisahkan. Pengaruh ini lebih kuat terutama terhadap anak-anak karena mereka masih sensitif. Jadi memilih warna cat untuk kamar tidur anakmu sebenarnya harus dipikirkan dengan matang-matang.

The Complete Book of Color oleh Suzy Chiazzari memberi informasi tentang warna-warna yang bisa mempengaruhi karakter anak. Tapi kamu tahu kan kalau setiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda, jadi kamu tidak harus mengikuti penggunaan warna ini. Gunakan informasi ini sebagai starter untukmu mendekorasi kamar anak.


Merah



Warna merah memiliki kemampuan untuk menyemangati dan merangsang pikiran, detak jantung, dan kecepatan nafas manusia. Tapi penelitian menemukan bahwa terlalu banyak paparan terhadap warna merah dapat mendorong sifat agresif dan kesulitan fokus. Dapat ditarik kesimpulan bahwa warna merah cocok hanya untuk warna aksen saja seperti kamar di atas.


Jingga



Warna oranye atau jingga kebanyakan malah dianggap tidak cocok untuk kamar karena terlalu nge-jreng. Padahal warna yang hangat, ramah, dan youthful ini bagus untuk anak-anak yang mendorong kepercayaan diri, kecenderungan untuk bersosialisasi, dan kemandirian. Pengaruh sosial yang tinggi pada warna jingga dapat mendorong anak dan temannya lebih mudah berkomunikasi dan bekerja sama.


Kuning


Warna kuning sering diasosiasikan dengan rasa gembira dan keceriaan. Penelitian menemukan bahwa warna kuning dapat menambah motivasi; warna kuning kalem menambah konsentrasi sedangkan warna kuning terang (ngejreng) menambah kemampuan menyimpan memori. Sama seperti warna merah, warna kuning lebih bagus untuk aksen. Terlalu banyak paparan warna kuning dapat menimbulkan rasa gelisah bahkan marah.


Hijau


Warna hijau adalah warna yang menenangkan. Warna alami ini dapat meningkatkan kemampuan baca dan pemahaman anak. Warna yang sangat baik ini tidak perlu diminimalkan, bahkan perlu dimaksimalkan.


Biru



Warna biru memiliki pengaruh yang berkebalikan dengan warna merah. Biru dapat menurunkan rasa gelisah dan sifat agresif karena ia menurunkan tekanan darah dan detak jantung. Anak-anak yang sering tantrum atau memiliki masalah tingkah laku akan mendapat ketentraman di dalam kamar berwarna biru.


Ungu



Warna ungu sering diasosiasikan dengan sifat royal, kebangsawanan. Warna ungu meningkatkan sifat ambisius dan kepercayaan diri. Warna ini juga meningkatkan gairah, kreativitas, kebijaksanaan, dan spiritualitas. Warna ungu adalah warna yang dalam dan penuh emosi, bagus untuk meningkatkan sensitivitas dan rasa kasih sayang anak. Tapi kalau anak memang memiliki sensitivitas tinggi, maka lebih baik warna ungu menjadi aksen saja.


Pink


Warna ini memang lebih sering diasosiasikan dengan gender perempuan, tapi pink dapat memberi rasa menenangkan baik terhadap perempuan maupun laki-laki. Tapi anak-anak dapat menjadi terlalu suka kepada warna pink, jadi lebih baik terapkan warna ini pada artwork atau aksesoris di kamar saja.


Warna Hangat



Warna hangat memicu rasa bahagia, kegembiraan, dan kenyamanan bagi sebagian besar manusia. Warna hangat juga bisa membuat kamar yang besar menjadi lebih intim terhadap anak-anak. Gunakan warna terang atau warna yang lebih kalem dari tone coklat atau tan.


Warna Dingin



Warna dingin diasosiasikan dengan ruangan yang steril, seperti rumah sakit, tapi warna dingin yang terang bisa memberi efek menenangkan terhadap anak-anak. Selain itu warna ini akan membuat ruangan yang sempit menjadi lebih leluasa. Coba gunakan warna-warna hangat untuk layer warna sehingga mendapat tampilan yang hangat dan lembut.


Artikel asli :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages