[J-MOVIE] BLACKBOARD: Jidai to Tatakatta Kyoushi Tachi - First Night



 Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

BLACKBOARD: Jidai to Tatakatta Kyoushi Tachi
ブラックボード〜時代を戦った教師たち〜


Sebenarnya ini film sudah tahun 2012, baru sempet nonton, jadi saya akan buat reviewnya. Bagi fans Arashi ini film wajib nonton ya, Sho mainnya bagus banget. Di episode 3 ada Matsushita Nao sama personil NewS, Shige. Ada Kamiki juga, hahaha..
Jadi, film ini ada 3 episode (sebutannya First night, Second night, dan Third Night).Film ini menceritakan kisah perjuangan 3 orang guru dari 3 zaman yang berbeda.


First Night: MIRAI

Tahun 1943-an, ada seorang guru SMP bernama Shirahama Shohei (Sakurai Sho). Dia sangat semangat mengajar sebuah kelas yang siswanya semua laki-laki. Zaman itu, zaman Jepang sedang berperang melawan Amerika dan Inggris. Dengan semangat luar biasa, Shohei mengumumkan bahwa surat panggilannya untuk masuk ke resimen sudah keluar. Hari itu akan menjadi hari terakhirnya mengajar. Semua siswanya sangat bersemangat walaupun mereka sedih akan kehilangan guru yang mereka sayangi adn hormati. Siswa-siswa menyampaikan keinginan mereka. Shohei meyakinkan mereka bahwa Jepang harus menang, perang tersebut adalah perang suci, bahwa laki-laki Jepang sejati akan rela mati untuk negaranya, dsb.

Ada seorang muridnya yang berpikir lain, bahwa perang tidak ada gunanya. Kenapa perang tidak dihentikan, dsb. Ternyata hari itu merupakan hari yang menyebabkan Shohei akan mengalami rasa bersalah yang luar biasa.

Tahun 1947, Shohei berhasil bertahan hidup dan tidak tewas di medan perang walaupun ia kehilangan tangan kanannya. Dia kembali ke Jepang dan melihat banyak hal yang telah berubah. Kebudayaan barat mulai masuk ke Jepang, keadaan ekonomi terpuruk, dsb. Dia kembali ke rumah dan bertemu keluarganya yang ternyata juga mengalami kesulitan ekonomi karena ayah dan kakak laki-lakinya telah meninggal dalam perang. Untuk mencukupi hidup, Shohei berencana kembali ke sekolah dan mengajar. Dia sangat terkejut bahwa mata pelajaran Sejarah Jepang sudah diganti dengan pelajaran Sosial, bahkan ada pelajaran bahasa Inggris.

Shohei tidak sengaja bertemu dengan Hideo, salah seorang muridnya dulu yang sekarang bekerja sebagai buruh. Dia lalu berencana untuk mengumpulkan murid-muridnya dan melakukan reuni. Ternyata hanya beberapa orang saja yang bisa datang karena masih hidup. Di reuni itu Shohei diberitahu bahwa kebanyakan muridnya telah tewas, mereka bergabung ke militer dan tewas di medan perang. Mendengar hal tersebut, Shohei mulai berpikir tentang apa yang dia ajarkan dulu.

Banyak hal yang lalu menyadarkannya bahwa dia adalah orang yang naif, dia belum dapat menerima kenyataan bahwa Jepang kalah perang, bahwa ialah yang mengirim murid-muridnya ke medan perang dan meninggal.

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

Shohei mulai frustasi, ia tidak dapat mengajar, bahkan ia mencoba untuk bunuh diri. Tapi berkat nasihat beberapa orang, termasuk kepala sekolah dan ibunya, bahwa seseorang tidak akan dapat maju dan berkembang jika mereka tidak mau menerima kenyataan, Shohei akhirnya mengambil keputusan penting. Ia mengadakan reuni sekali lagi, dan menyatakan pada murid-muridnya bahwa apa yang dia katakan sebagai 'sensei' dulu adalah salah. Perang seharusnya tidak ada, bahwa perang suci juga tidak ada, bagaimanapun seharusnya kita menghentikan perang, dan dia minta murid-muridnya harus tetap hidup.

Akhir cerita, Shohei mengajar kembali dengan murid-murid baru. Seorang murid merupakan pekerja juga di tempat bekerja Hideo yang nantinya ia akan menjadi seorang guru juga di Blackboard Second Night. Shohei diceritakan meninggal 5 tahun kemudian karena sakit dari efek samping luka saat berperang.

Review:

Film Jepang sudah tidak disangkal, plot ceritanya luar biasa. Cerita yang disuguhkan bukan cerita asal dibuat, tapi isi yang ada didalamnya membuat kita ikut berpikir bahwa banyak sekali hal yang harus diperbaiki dalam hidup. Film ini menujukkan bahwa perjuangan seorang guru, di kala itu masa perang, di mana semua muridnya percaya pada kata-katanya, lalu mati di medan perang. Apakah hal itu benar?
Bahkan akhirnya sang guru membuat pernyataan bahwa yang ia lakukan salah. Apa yang dia tulis sebagai 'LIFE' di blackboard itu sebenarnya maknanya apa?

Dibintangi oleh Sakurai Sho, jelas dia pemain kawakan juga, dan berhasil membawakan karakter dengan sangat baik. Bagaimana seorang laki-laki Jepang pada zaman perang, dsb, bisa dibawakan dengan sangat baik.

Overall, film ini wajib ditonton karena banyak pelajaran yang dapat diambil dari ceritanya.

-EXTALIA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages